
Teman saya tadinya adalah seorang penyembah Petromax*) yang taat. Dia berpegang pada prinsip, agama adalah penerang. Semakin manusia memompanya, dia akan bertambah terang hidupnya.
Sayang, agama teman saya itu makin susah berkembang. Ini seiring dengan terhentinya produksi Petromax dan kabel listrik masuk ke kampung-kampung. "Agamaku kini telah digeser PLN," katanya sedih. Kini teman saya hanya punya dua buah Petromax. Itupun rusak semua.
Sekarang dia pindah agama, pilihannya menyambah Neon. Tentu, di kalangan penyembah Petromax teman saya sudah dianggap murtad dan sesat. "Mau gimana lagi. Agama kan, harus sesuai dengan tuntutan kemajuan jaman," itu alasan teman saya.
Sebagai mualaf penyembah Neon, dia tidak akan mematikan lampu di siang hari. Siapa juga yang tega membunuh sesembahannya sendiri? Di rumahnya Neon itu akan menyala terus sepanjang waktu, pagi, siang, sore dan malam.
"Beragama memang butuh pengorbanan. Apalah artinya pulsa listrik yang boros dibanding janji masuk surga," begitu nasihatnya kepadaku.
Tapi dia berjanji tidak akan jadi dai untuk menyebarkan agama barunya tersebut. "Gak perlulah, ngajak-ngajak orang ikut agama kita. Tidak ada yang diuntungkan dengan memaksa orang ikut keyakinan kita. Lagipula, tidak semua orang mau menyembah Neon, kan? Bagi gue, beragama itu sekarang adalah urusan peribadi gue dengan Neon. Itu wilayah yang sangat private, bukan untuk konsumsi publik."
Pantes, sekarang teman saya lebih sumeleh. Lebih rileks menjalani hidup. Dia tidak perlu mempompa-pompa agama agar bisa menerangi hidupnya, seperti ketika dulu saat menjadi penyembah Patromax. Untuk menyala terang, Petromax perlu dipompa terlebih dahulu. "Selama Neon menyala, kita tidak akan tersesat dalam kegelapan."
"Kalau Neonnya putus?," tanyaku penasaran.
"Lu, mau ngenyek gue, ya? Lu pikir tuhan gue mati begitu dia kehabisan daya? Di toko alat listrik banyak yang jual Neon, bro. Sebagai umat yang taat, gue selalu punya persediaan Neon."
"Merknya bebas?"
"Ya, hormat dikitlah sama tuhan. Masa gue tega mau beli tuhan made in China. Minimal Philips-lah..."
Aku selalu menikmati kisah-kisah perjalanan spiritualnya..
-------
*) Petromax adalah merk lampu gas, berbahan bakar minyak tanah/ kerosin yang pernah populer di Indonesia. Sekarang lebih banyak dipakai tukang kacang rebus...
Eko Kunthadi
0 Response to "PARA PENYEMBAH PETROMAX"
Posting Komentar