About

Sari Roti, Habis Muallaf Terbitlah Murtad




Jujur ya, negeri ini selalu saja ada hal-hal sepele yang memancing gelak tawa. Serius, tragedi ini adalah dagelan kedua pasca 212. Seusai dagelan berupa gosip emak-emak tentang 7 juta orang, lalu menyusul lah dagelan roti yang terkafirkan. Kabar yang beredar adalah pendapatan Sari Roti turun, ini masih gosip. Namun yang pasti, Sari Roti menjadi korban yang terbully usai memberi klarifikasi resmi.


Jadi begini ceritanya. Singkat cerita, dulu, ada gerobak Sari Roti yang masuk dalam agenda 212 dan menggratiskan rotinya. Subhanallah, saat itulah lantunan puja-puji kepada penjaja Sari Roti hingga rekayasa cerita berupa datangnya rejeki uang satu juta dari pintu yang tak dinanya-nanya, menjadi viral di jagat dan lorong semesta maya.

Tak berlangsung lama, pihak Nippon Indosari Corporindo selaku produsen jajanan Sati Roti mengeluarkan pernyataan resmi yang intinya bahwa mereka adalah pihak yang netral, tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa 212. Dan reaksi apa yang meledakkan sumbu pendek para netizen? Ya benar, roti yang sempat terfatwa telah berjihad, kini dan seketika mendapat kecaman dan dikafirkan oleh netizen yang luar biasa.

Sungguh malang nian nasibmu ti roti. Terombang-ambing dalam status aqidah. Kaum vigilante memang mengerikan ketika sudah membabibuta. Tak ada pintu maaf dan taubat untukmu. Harapanmu kini tinggal satu ti roti, yakni menunggu fatwa MUI.

Saya sendiri juga kurang paham, kenapa umat begitu marah kepadamu. Padahal sepengalaman hidupku, hidupmu ya gitu-gitu aja. Ndak pernah ikut terlibat dalam perang Badar berupa ucapan selamat natal, tahun baru, pun valentine. Ndak pernah ikut-ikutan pengajian Lia Eden, Ahmadiyah, Gafatar, hingga Syiah. Juga tidak pernah berafiliasi pada Partai Kuminis Indonesia maupun organisasi vampir kanibal bawah tanah seperti liberal sekuler ateis kapitalis freemason illuminati yahudi.
Padahal, kerjaanmu ya gitu-gitu aja. Diemmm di gerobak atau di sudut lemari pendingin Indomaret sampai tiba masa berjamurmu.

Mungkin ini cobaan berat yang Allah berikan kepadamu wahai pengganjal perut. Soalnya, kamu itu bukan ancaman bergoyangnya aqidah bagi umat muslim, bentukmu tuh nggak salib, aromamu pun bukan aroma dupa maupun asap warung oseng-oseng babi.

Percayalah ti roti, kamu itu bukan ancaman. Lah 7 juta umat muslim yang satu agenda 212 saja bisa menciptakan 3.552 gerai Indomaret dari perputaran uang 1,4 Triliun saat itu kok. Sementara kamu? Pendapatanmu 2013 dan 2014 saja cuma 1,5 dan 1,88 triliun. Sedangkan laba bersihmu pada tahun yang sama, cuma nyampe 158,01 dan 188,57 miliar doang. Kamu ngumpulin pendapatan segitu aja ngos-ngosan. Kami umat muslim cukup 3%nan aja dalam satu hari satu aksi dan satu komandu, bisa menghancurkan salah satu kosmu yang bernama Indomaret kok. Sungguh dirimu bukanlah ancaman. Tapi ndak tahu kenapa hari ini kamu begitu sial menjadi bulan-bulanan kaum kaffah.

Dan saya pun kepikiran. Kalo pengen menghancurkan produk tertentu yang menjadi saingan usahamu. Tunggulah jilid-jilid aksi berikutnya. Masukkan gerobak produk pesaingmu ke dalam masa, dan jangan lupa tempel kertas tertentu yang militan dan berirama surgawi, contohnya Roti Syahid Untuk Mujahid. Tunggu viralnya produk pesaingmu dielu-elukan bak pahlawan syariah di dunia maya. Kemudian lihatlah kehancurannya setelah pesaingmu mengeluarkan klarifikasi simalakama.

Lha gimana tidak simalakama? Kagak bikin klarifikasi ntar dikira perusahaan mendukung aksi 212. Membuat klarifikasi jujur netral dan tidak memihak pun, malah dirajam habis-habisan oleh akun-akun pengkapling surga.

Ngenes tho... Ya Allah, ampunilah umat kami. Dan berikanlah hidayah serta jalan menuju pintu tobat bagi sang roti.

katakita

0 Response to "Sari Roti, Habis Muallaf Terbitlah Murtad"

Posting Komentar