Tunis - Wakil Ketua DPR Fadli Zon terbang ke Tunisia untuk menghadiri pertemuan dengan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Sebagai Presiden Global Organisation of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), Fadli berbagi 3 peran dalam mencegah dan melawan korupsi.
"Pertama yaitu melalui peran legislasi, kedua melalui peran kontrol anggaran dan ketiga melalui peran pengawasan. Optimalisasi ketiga peran ini sangat vital bagi parlemen dalam melawan korupsi," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/10/2016).
Hal itu disampaikan dalam program Middle East and North Africa (MENA) Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Tunisia yang berlangsung pada 3-4 Oktober 2016. MENA-OECD conference merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh OECD untuk berbagi pandangan dan strategi dari para pemangku kebijakan, masyarakat serta perwakilan organisasi internasional dalam mendorong pembangunan yang inklusif, terutama bagi negara-negara di region MENA.
"Pertama yaitu melalui peran legislasi, kedua melalui peran kontrol anggaran dan ketiga melalui peran pengawasan. Optimalisasi ketiga peran ini sangat vital bagi parlemen dalam melawan korupsi," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/10/2016).
Hal itu disampaikan dalam program Middle East and North Africa (MENA) Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Tunisia yang berlangsung pada 3-4 Oktober 2016. MENA-OECD conference merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh OECD untuk berbagi pandangan dan strategi dari para pemangku kebijakan, masyarakat serta perwakilan organisasi internasional dalam mendorong pembangunan yang inklusif, terutama bagi negara-negara di region MENA.
Fadli Zon di MENA-OEDC Tunisia (Foto: Dok. Fadli Zon)Topik pertemuan tersebut adalah tentang pembangunan yang inklusif. Menurutnya, pembangunan yang inklusif setidaknya harus berdiri pada dua prinsip: "equality of opportunity" dan "participation in growth by all".
"Salah satu hambatan terbesar dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif adalah masih tingginya tingkat korupsi. Korupsi telah menjadikan pemerintah lemah dalam mendeliver program dan kebijakan pembangunan kepada rakyatnya. Korupsi telah membuat program pembangunan menjadi tidak tepat sasaran, dan telah menciptakan kesenjangan di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, korupsi juga telah mendorong rendahnya inovasi sebuah negara dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya," papar Waketum Gerindra ini.
Sebagai orang nomor 1 di GOPAC, Fadli menyampaikan bahwa kerja sama antarparlemen penting sehingga pemberantasan korupsi bisa global. Fadli Zon menegaskan bahwa tanpa diiringi dengan upaya pemberantasan korupsi yang masif dari seluruh pihak, akan sulit bagi setiap negara untuk dapat mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Fadli Zon di MENA-OEDC Tunisia (Foto: Dok. Fadli Zon)
Konferensi ini dihadiri oleh para pemangku kebijakan negara negara MENA antara lain oleh Presiden Tunisia H.E Mr.Beji Caid Essebsi, Kepala Pemerintahan Tunisia Youssef Chahed, Secretary General OECD Angel Gurria, Menteri Pembangunan Tunisia Fadhel Abdelkefi, Menteri Luar Negeri Tunisa, Khemaies Jhinaoi, Peraih Nobel Perdamaian Tunisia Houcine Abassi, dan perwakilan beberapa kementerian dari Maroko,Palestina,Mesir, Turkey, Portugal dan Perancis.
(imk/tor)
Konferensi ini dihadiri oleh para pemangku kebijakan negara negara MENA antara lain oleh Presiden Tunisia H.E Mr.Beji Caid Essebsi, Kepala Pemerintahan Tunisia Youssef Chahed, Secretary General OECD Angel Gurria, Menteri Pembangunan Tunisia Fadhel Abdelkefi, Menteri Luar Negeri Tunisa, Khemaies Jhinaoi, Peraih Nobel Perdamaian Tunisia Houcine Abassi, dan perwakilan beberapa kementerian dari Maroko,Palestina,Mesir, Turkey, Portugal dan Perancis.
(imk/tor)
0 Response to "Di Tunisia, Fadli Zon Bicara 3 Cara Parlemen Lawan Korupsi"
Posting Komentar