
Ambiguistik.com - Peristiwa mengejutkan mewarnai aksi blusukan Basuki Tjahaja Purnama hari ini (2/11). Kedatangannya mendapat penolakan warga kompleks Pasar Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Baca juga:
(PBNU: Membunuh Orang Seenaknya Atas Nama Agama Jelas Penista Agama)
(Bus Rombongan Demo 4 November Terguling Di Tol Cipali)
Ahok bahkan dievakuasi dengan menggunakan angkot unttuk menghindari warga yang menolak kedatangannya.
Tak hanya mengusir, koordinator aksi penolakan Ahok di Kebun Jeruk bahkan mengancam bunuh Ahok. Hal tersebut terlihat melalui video singkat yang beredar di Twitter malam ini, Rabu (2/11).
Koordinator aksi yang mengancam akan bunuh Ahok, dan mengiming-imingi imbalan 1 milyar bagi siapa saja yang bisa bunuh Ahok, bicara menggunakan Microphone dihadapan beberapa aparat polisi, tanpa ada rasa takuit sedikitpun. Padahal menurut hukum yang berlaku di negara ini, tindakan orang ini sudah masuk dalam pasal pidana.
“Ane minta kalau calon gubernur nomor urut dua masuk Kebun Jeruk, jangan dikawal, lepasin aja. Gue kasih satu miliar untuk bunuh Ahok. Ada satu miliar di tangan gue akan kukasih bagi yang bisa bunuh Ahok. Siapapun yang bisa potong kepala Ahok, hidup atau mati, ane kasih 1 Milyar!"
"Ingat ya gue kasih satu miliar!” teriak koordinator aksi, langsung disambut gema teriakan orang disekitarnya. Koordinator aksi ini mengaku sebagai penduduk pertama di Rawa Belong.
Video tersebut diunggah oleh akun @ulinyusron. “Provokator di Kebun Jeruk mengancam bunuh Ahok dan pendukung cagub nomor dua dengan iming-iming hadiah 1 miliar,” tulis Ulin.
simak videonya:
0 Response to "Koordinator Aksi Tolak Ahok Ancam Bunuh Ahok Dihadapan Polisi (Video)"
Posting Komentar