About


Ambiguistik.com - Belakangan ini publik digemparkan dengan akan digelarnya aksi demo besar-besaran 4 November 2016, untuk menuntut agar Ahok segera diproses hukum, terkait dugaan penistaan agama, akibat beredarnya video Ahok yang telah diedit dan diunggah oleh Buni Yanni.

Video itu telah memancing beragam reaksi muslim, ada yang marah-marah dan ngamuk, tak sedikit yang arif dan bijak menyikapi polemik ini.

Persoalan inipun telah membuat gaduh jagat sosmed, antara pro dan kontra mereka berperang dengan dalil-dalil, tafsir menafsir dan opini-opininya sendiri.

Ormas besar Islam seperti NU dan Muhamadiyah melarang umatnya ikut berdemo membawa bendera keormasan.

Sementara sejumlah ormas kecil Islam bersepakat menjadi pemrakarsa aksi unjuk rasa besar esok.

Tak pelak hal ini menimbulkan percikan. Banyak seruan dari yang pro demo mengatakan bahwa yang tidak ikut demo sebagai pembela kafir, lemah iman, kaum bingung, dan lain sebagainya. Apakah benar seperti itu?
Kenapa banyak juga ulama-ulama besar dan mashyur malah tidak ikut demo?
Untunglah kelompok yang tidak ikut demo tidak membalas ejekan itu secara reaktif dan berlebihan, mereka justeru membalasnya dengan santai...

Seperti obrolan yang ambiguistik.com temukan dari salah satu akun facebook,obrolan ini menjadi viral, dan telah dishare ribuan kali...
Berikut obrolannya:

Ketika ditanya : "Apa antum tidak ikut aksi bela umat Islam jilid II besok tanggal 4 ?"

Saya jawab : "tidak"

Kemudian penanya mengatakan : "berarti antum membela orang kafir yang menghina Al Qur'an"

Saya jawab "benarkah ?" ...

Penanya berkata : "ya ... bahkan mungkin antum itu orang kafir, pembela kafir atau mungkin munafik atau kalaupun beriman antum orang yang lemah imannya".

Kemudian saya jawab : "ketahuilah, bilapun misal ada orang yang menghina Al Qur'an saya yakin karena orang itu tidak faham Al Qur'an ... dan bilapun saya kenal orang itu, niscaya saya akan mendekatinya seraya memberikan senyum, membantu segala kesulitannya serta mendoakan agar orang itu faham makna Al Qur'an yang sesungguhnya, dan saat dia menyadari kesalahannya maka saya akan memaafkannya, karena setahu saya itu cara terbaik dalam menyampaikan ayat-ayat Tuhan. 


Saya tidak perduli dirimu akan mengatakan apapun terhadapku, entah itu kafir, pembela kafir, munafik atau selemah-lemahnya iman.
Namun itulah yang saya pahami tentang makna dakwah... dakwah yang penuh senyuman dan kelembutan.. dakwah yang membawa kedamaian... dakwah untuk mengajak setiap manusia memperbaiki akhlaknya dan mengenal Tuhannya, bukan berteriak-teriak mengucapkan kata2 kasar, menghina dan memojokkan, yang justru membuat orang meragukan Tuhanmu"

0 Response to "Mari Bangga Dicap Kafir"

Posting Komentar