About

NU: WARGA DKI AKAN DAPAT PEMIMPIN YANG CULAS DAN PEMBOHONG DIMENANGKAN KARENA KEDAHSYATAN ISU SARA



Ramainya isu sara menjelang diadakanya ajang pemilihan gubernur DKI, cukup membuat sebagian kalangan risau, karena isu sara dianggap bisa memecah belah bangsa, era sekarang adalah era modern, tapi kenapa banyak orang masih menggunakan metode kampanya jaman batu, yaitu menghembuskan isu sara.

"Kalau kita masih memakai isu sara sebagai cara merebut suara, maka kita seperti kembali ke jaman kegelapan, jaman jahiliyah, padahal era sekarang jaman sudah terang benderang, sudah modern, sudah tidak relevan kita bicara sara, yang perlu kita lakukan sekarang adalah bagaimana memperkuat kehidupan yang beradab, dan berbudaya,seharusnya kita bisa berfikir secraa obyektif dalam segala hal," tutur Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta Taufik Damas dalam keterangannya,selasa (13/5/2016)


Menurutnya lagi, momen pemilihan pemimpin adalah ajang masyarakat untuk menentukan pilihannya secara demokratis untuk turut serta memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

"Biarkan masyarakat berfikir kritis dan obyektif, karena hanya dengan cara seperti itulah masyarakat akan dapat benar-benar menemukan figur seorang pemimpin yang amanah, baik, dan bertanggung jawab, bukan pemimpin yang culas, penuh kebohongan, karena sudah kelihatan dari awal pengin menang pun sudah menghembuskan isu sara,bagaimana bisa orang seperti ini dijadikan pemimpin?"Tegas Taufik.

Banyak yang salah kaprah mengenai pemimpin, bahwa pemimpin di Indonesia itu beda dengan para awlia seperti dinegara-negara Islam, di sini, Gubernur itu beda tanggung jawabnya dengan para pemimpin seperti dinegara-negara Islam/ khilafah.Ini negara Pancasila, ada kesetaraan dalam hukum publik,"ujarnya.

Jika kita amati maka PilGub DKI ini buat mereka sudah seperti ajang menang kalah, mereka hanya fokus kesatu titik, bagaimana caranya mengalahkan incumbent, yang tidak mereka sukai, karena mereka sudah termakan isu sara, jadi mereka sudah lupa soal bagaimana membangun Jakarta.

Jika pemilu DKI hanya dijadikan ajang menang kalah, bukan mustahil nantinya hanya akan menghasilkan pemimpin yang culas, bodoh, dan tidak amanah.


Karena seorang yang culas, dan bodoh, akan bisa dengan mudah memenangkan PilGub DKI, asal punya uang untuk memobilisasi masa menghalakan segala cara, kampanye hitam isu sara, bayar orang untuk demo, bayar lsm untuk koar-koar sara dan kebencian, sogok sana sini, nyebar amplop,
Itulah yang akan terjadi, dan pada akhirnya warga DKI yang akan dirugikan, mendaptkan pemimpin tidak berkualitas, culas dan bodoh.

Seharusnya siapapun yang akan maju untuk bertarung di Pilgub DKI, pakailah cara-cara yang elegan, jangan sebar isu sara, dan kebencian apalagi fitnah hoax, InsyaAllah, jabatan itu hanya titipan, besok di akhirat tetap akan diminta tanggung jawab dihadapan sang Khalik, kalau cara mendapatkannya saja sudah tidak benar, bagaimana nantinya menjalankan amanat ini?

0 Response to "NU: WARGA DKI AKAN DAPAT PEMIMPIN YANG CULAS DAN PEMBOHONG DIMENANGKAN KARENA KEDAHSYATAN ISU SARA"

Posting Komentar