About

Trend Baru Berhaji Untuk Politik Praktis

Ibadah haji adalah rukun islam yang kelima, tidak semua muslim sanggup untuk melaksanakannya. Bukan saja soal dana yang menjadi penghambat,tetapi jumlah kuota yang tidak sebanding dengan jumlah jamaah,daftar antrian bisa sampai 20 hingga 30 tahun.

Ini adalah ibadah yang benar-benar dituntut untuk totalitas ikhlas,tidak ada motif-motif lain selain demi Allah SWT. Karena sedikit saja jamaah lengah, misalnya berniat untuk pamer, atau mengejar titel haji belaka untuk menaikkan kelas status sosial, maka ibadahnya akan sia-sia.

Sebelum keberangkatanpun, sudah pasti jamaah dibekali dengan pemahaman dan ilmu-ilmu oleh ahli agama dari pihak panitia  KBIH, tentang apa saja yang boleh dan apa saja yang tidak boleh dilakukan, demi tercapainya ibadah haji yang mabrur.




Belakangan muncul fenomena berhaji sambil  berpolitik praktis, setelah sebelumnya juga ada beberapa oknum pejabat yang memakai ibadah haji sebagai sarana untuk bertransaksi korupsi,kini muncul lagi fenomena-fenomena baru tempo hari  ada juga oknum jamaah haji  yang menyebar kebencian ke Ahok sampai dibawa ke tanah suci.


Aksi - aksi semacam itu jelas telah menodai makna ibadah haji, mengotori kesucian Makkah Al mukaromah, terlebih mereka telah menyia-nyiakan panggilan Tuhannya, secara jutaan muslim Indonesia lainnya harus mengantri sampai 20 bahkan 30 tahun untuk dapat PanggilanNya.



IBADAH HAJI UNTUK MENOLAK KAFIR

Semua agama itu pasti tujuannya baik untuk umat manusia di bumi ini, namun kadang  agama dinodai oleh ulah oknum-oknum pemeluknya untuk kepentingan kelompoknya atau dirinya sendiri.

Mekah tanah suci yang mestinya datang untuk menuntaskan ibadahnya dengan tujuan suci, namun karena ambisi iri dengki di hati membuat ibadah yang suci itu ternodai. Lalu untuk apa mendapatkan gelar haji?

Menolak kafir sebagai pemimpin umat Islam jelas itu pilihan umatnya, menolak kafir sebagai pemimpin di negara demokrasi yang tidak berdasar satu agama jelas politisasi dari agamanya.

Dan KAFIR hanya satu kata dari bahasa Arab yang hanya populer di Indonesia bila sedang ada pesta demokrasi demi tujuan politisnya. Dan kafir bukan kata sakti sebagai kebenaran, Yahudi pun sudah lama mengatakan kafir kepada yang bukan Yahudi sebelum Alquran ada. Jadi Yahudi pasti berterima kasih kepada umat Islam yang telah mempopulerkan kata kafir itu hingga mendunia.

Bukalah Alkitab sebelum Alquran ada, kata KAFIR sudah tertulis di dalamnya. Artinya apa? Silahkan belajar, silahkan otak-atik gathuk bila itu membuatmu merasa benar. Belajar dari banyak kitab suci akan memberikan banyak pengetahuan, bila hati tanpa prasangka.


0 Response to "Trend Baru Berhaji Untuk Politik Praktis "

Posting Komentar