About

Berkhotbah Menyerang Ahok, Amin Rais Malu dan Hampir Tak Punya Muka Setelah di Semprot Ketua MUI

Ketua MUI, Ma’ruf Amin menyebut ketegasannya soal khotbah sebagai salah satu ibadah bagi umat muslim mestinya tidak boleh dipolitisasi untuk sengaja menyerang lawan politiknya.



Hal tersebut diutarakan oleh Ma’ruf usai menyikapi khotbah yang diucapkan oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

“Itu tak baik. Ini akan menjadi preseden buruk, bisa memicu polemik, khotbah dijadikan sarana buat saling menyerang. Ini tidak bagus samasekali,” tegas Ma’ruf dikutip Ambiguistik.com.


Wajar jika ketua MUI berkomentar sedikit pedas, karena dikhawatirkan kelak cara-cara seperti ini akan menjadi trend, khotbah akan kehilangan esensinya dan hanya akan menjadi alat kampanye propaganda politik praktis.

Setelah sebelumnya jagat dibikin gempar dengan doa bermuatan politik bernada menyerang individu dari kader Gerindra, tentu saja fenomena-fenomena semacam ini akan membuat gerah bagi kaum yang berfikir, kenapa dengan begitu mudah orang memakai agama sebagai komoditi politik?


Lebih lanjut Amin Ma'ruf menyatakan,"Sebaiknya khotbah itu hanya menyampaikan pesan orang untuk berbuat baik,dan meninggalkan kejahatan," ujarnya.

Sampaikan khotbah secara umum saja, tidak boleh berkhotbah untuk menyerang pribadi lawan politik.

Sebelumnya Amin berkhotbah mengajak orang untuk tidak memilih Ahok, bahkan menyindirnya secara tendensius.

Ini antara lain kalimat khotbah Amin Rais:

“Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur. Bukan yang meladeni kepentingan pemodal,” teriak Amien.

Bagaimana menurut anda? Bolehkah berkhotbah untuk menyerang pribadi dan politik praktis?

0 Response to "Berkhotbah Menyerang Ahok, Amin Rais Malu dan Hampir Tak Punya Muka Setelah di Semprot Ketua MUI"

Posting Komentar